Senin, 08 Februari 2010

IJAB KABUL

Ijab :
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
اَسْتَغْفِرُ الله الْعَظِيْمِ....3
- اَشْهَدُ اَنْ لآاِلَهَ اِلاَّالله
وَ اَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
ُSAUDARA/ANANDA _________________ BIN________________
SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU DENGAN _____________________YANG BERNAMA :_______________________
DENGAN MASKAWINNYA BERUPA : ______________________, TUNAI.

Qobul :
SAYA TERIMA NIKAHNYA DAN KAWINNYA
_______________ BINTI _______________
DENGAN MASKAWINNYA YANG TERSEBUT TUNAI.

KELUARGA SAKINAH

Strategi Membangun Keluarga Sakinah
Para Jama'ah yang saya mulyakan!.
Salah satu tugas pokok kita sebagai orang tua adalah menyelamatkan diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Tugas ini ditegaskan di dalam Al-Qur'an Surat At-Tahriim : 6


Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Yang ingin saya sampaikan pada pengajian kali ini adalah tentang tata cara untuk melaksanakan tugas tersebut, karena perintah Al-Qur'an tadi bersifat umum. Hal ini seperti halnya perintah shalat di dalam Al-Qur'an, sedangkan rincian tata cara shalat harus dilihat di dalam Hadits Rasulullah SAW. Bahkan Hadits pun kadang-kadang masih harus dirinci lagi melalui ijtihad (pandangan keilmuan) para ulama'. Jadi, Hadits berfungsi sebagai penjelas Al-Qur'an, sedangkan ulama' berfungsi untuk mempraktekkannya di dalam tekhnis pelaksanaan sehari-hari.

Sekarang kita bukan hanya mengalami kesulitan di dalam keluarga, karena faktor ekonomi dan sulitnya mencari biaya hidup, akan tetapi kita juga kesulitan karena pengaruh dari luar. Sekarang ini, pengaruh dari luar tidak hanya mengganggu, tapi sudah merusak dan menghancurkan. Oleh karena itu, cara kita dalam menyelamatkan keluarga juga harus dobel, yakni dobel dari dalam dan dobel dari luar.

Saya akan memulai membahas tentang tata cara menyelamatkan keluarga dari dalam. Seorang ahli hikmah yang bernama Imam Al-Ghozali RA menyatakan dalam atsar-nya (pendapat yang mu'tabar).



Perbaikilah dirimu, niscaya orang lain akan memperbaiki dirinya (perilakunya) kepadamu

Atsar ini bisa diartikan: Kalau kita ingin memperbaiki keluarga kita, maka kita (ayah dan ibu sebagai orang tua) yang harus memperbaiki dirinya terlebih dulu. Kita harus memperbaiki diri sendiri, sebelum memberi nasehat apapun kepada anak-anak kita. Ayah dan ibu harus memperbaiki diri secara bersama-sama. Seorang ayah biasanya mempunyai kelebihan dalam mengayomi dan mengatur anak, sedangkan ibu mempunyai kelebihan dalam mengembangkan nurani anak. Oleh karena itu, yang harus diperbaiki oleh seorang ayah adalah tauhidnya kepada Allah SWT. Cantolannya kepada Allah SWT ini harus diberesi, melalui ibadah, dzikir, amal ma'ruf nahy mungkar (memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran), mencari makanan yang halal dan melakukan tindakan yang halal. Dengan demikian, seorang ayah akan menjadi berwibawa, ndak dicelatu terus karo anake. Kalau semua ini sudah kita lakukan, maka Allah SWT akan memberikan fadhilah (keutamaan) kepada kita. Setelah itu, seorang ayah mulai keluar nur-nya di kalangan keluarga. Pada saat itu timbullah rasa segan anak kepada seorang ayah dan seorang istri kepada suaminya, namun suami juga tidak semena-mena kepada istrinya. Semua itu adalah buah dari pelaksanaan lima titik di atas.

Bersama dengan itu, seorang ibu hendaknya mengasah nuraninya, hatinya, dan feeling-nya melalui shalat dhuha dan shalat malam. Ingat!, tidak ada anak shalih terlahir dari ibu yang tidak shalat!. Ibaratnya, daun akan hijau kalau akarnya beres. Anak-anak kita ibarat daun-daun pohon, sedangkan ibu adalah akar dari pohon itu. Ketika akar sudah rusak, maka daun akan mulai menguning, layu dan jatuh. Shalat malam itu banyak macamnya, bisa shalat Ba'diyah Isya', Shalat Hajat, Shalat Tahajjud, dsb. Setelah shalat, ibu harus langsung mendo'akan anaknya satu persatu. Dari situlah, nanti akan tumbuh ruh junudun mujannadat, yaitu ruh ibu yang dulu pernah menjadi satu dengan anak, akan menjadi tersambung kembali. Dengan demikian, kalau seorang anak pergi jauh, dia akan ingat ayah dan ibunya. Sekarang ini, anak-anak kita sudah tidak lagi begitu. Adapun yang bisa menyambungkan ruh anak dan orang tua adalah seorang ibu, bukan anak. Imam Al-Ghozali RA menyarankan, setiap kali ada perpisahan antara anak dengan ayah-ibu – misalnya; pergi – , maka harus selalu dibarengi dengan bacaan Surat Al-Fatihah dari ayah dan ibu kepada anak. Surat Fatihah itu akan menjadi sebuah perlindungan bathin orang tua terhadap anak. Coba sekarang kita angan-angan. Pernahkah kita melakukan semua itu?. Karena kita tidak pernah melakukan semua itu, maka anak kita menjadi liar. Pikiran dan hatinya menjadi liar, karena tidak ada cantolannya kepada orang tua. Jangan lagi ketika anak berada di luar rumah; di dalam rumah saja, hati anak sudah ndak nyambung sama ayah-ibunya. Hal ini adalah berbahaya!.

Keterangan di atas adalah menyangkut perbaikan diri secara bathiniyah, yaitu apa yang harus dilakukan oleh ayah dan ibu dalam rangka mempraktekkan atsar Imam Al-Ghozali RA di atas. Jika sudah berhasi, maka tanpa marah pun, anak-anak akan sungkan kepada orang tuanya. Sungkan ini akan disertai dengan kecintaan dan kerinduan, ketika amal-amal bathin itu diterima oleh Allah SWT.

Karena tugas ayah itu dobel, maka selain berdo'a dan menjaga hubungan bathin, seorang ayah juga harus mencari kebutuhan hidup. Oleh karena itu, daya lekatnya terhadap anak tidak seperti ibu yang memang khusus memberesi masalah bathin anak. Jadi, seorang ayah yang tidak didukung oleh seorang ibu, akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan hati anak-anaknya, karena ayah hanya bisa menjalankan separo tugas saja, sedangkan tugas yang separo lagi adalah mencari kebutuhan hidup keluarga. Adapun seorang ibu, ada yang seperti itu, namun tidak semuanya, sehingga konsentrasinya dalam mendidik anak lebih baik dari pada ayah.

Setelah itu, pelan-pelan, anak-anak didorong untuk melakukan hal yang sama. Namun prosedur ini jangan dibalik. Jangan sampai anaknya disuruh melakukan terlebih dulu, sedangkan orang tuanya belum melakukannya, karena nanti akan diguyu-guyu oleh anak. Adapun salah satu obat yang paling mujarab untuk menyatukan keluarga adalah mengadakan shalat berjama'ah di dalam keluarga. Shalat berjama'ah dalam keluarga sungguh luar biasa pengaruhnya. Yang begini-begini ini sudah tidak kita pikirkan, soale mikir regane lengo gas mundak terus, pikirane wis entek.

Suatu kegiatan (amaliah) keluarga, secara timbal balik akan mempengaruhi rezeki kita. Orang yang hatinya tenang, nyambot gawene juga nggak ngawur, sehingga rezeki yang masuk juga nggak ngawur. Akan tetapi kalau orang yang secara dzahiriyah, rezekinya sudah sangat rusak, maka hal itu bisa merusak bathiniyah keluarga. Hal ini dijelaskan oleh dawuh Nabi Muhammad SAW:



Kefakiran itu mendorong orang untuk menjadi kafir.
Kafir itu ada beberapa jenis, yaitu:
* Kafir dalam arti tidak percaya kepada Allah SWT. Ini adalah kafir yang paling buruk;
* Kafir ketika menerima pemberian Allah SWT. Kafir ini disebut dengan kafir nikmat;
* Kafir dalam arti tidak mau menjalankan perintah Allah SWT.
Kalau kita sudah menjalankan semua hal di atas, maka posisi kita sebagai orang tua sudah benar. Ingat, masih posisinya yang benar, belum gerakannya. Namun semua ini sudah bisa dijadikan modal untuk mencari kebutuhan dzahiriyah. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Jumu'ah : 10



Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Maksud Ayat di atas adalah; Kalau urusan dengan Allah SWT sudah engkau beresi, cepet-cepet engkau cari rezeki atau fadhal (anugerah) Allah SWT.

Kalau bisa, jangan sampai ada anak kita yang sudah dewasa, namun masih nggandol kepada kita. Mereka harus diajari mencari rezeki. Inilah letak perbedaan antara kita dengan orang cina. Orang cina itu sekalipun ayahnya kaya, namun anaknya tidak dimanja. Biasaya orang cina akan memerintahkan anaknya untuk bekerja sebagai kuli di perusahaan milik temannya, setelah paham, baru dibuatan pabrik sendiri. Oleh karena itu, kalau ada orang cina jualan kacang, maka pada saat dipegang oleh anaknya sudah menjadi pabrik kacang. Sedangkan kita, seandainya mempunyai tanah seluas 10 hektare dan mempunyai 10 anak, maka masing-masing anak akan kita beri 1 hektare. Selanjutnya pada saat cucu kita sudah dewasa, kita sudah ndak punya tanah, akhirnya menjadi makelar tanah.

Selama seseorang membutuhkan dunia, maka dia harus mencarinya. Kecuali kalau dia dipilih oleh Allah SWT, hatinya sudah tidak menginginkan dunia lagi; ganti Allah SWT yang akan mengantarkan harta duniawi kepadanya. Namun kalau kita tidak dipilih, ojok gaya, nanti justru akan melarat tenan. Apalagi posisi kerja pada Surat Al-Jumu'ah : 10 di atas, letaknya persis setelah ibadah fardhu.

Nah, itu tadi baru ngomong masalah yang pertama, yaitu bagaimana cara memberesi diri kita dan anak-anak kita. Sedangkan masalah kedua yang harus kita beresi adalah godaan dari luar. Saya mempunyai 6 orang anak, sedangkan saya ini harus wira-wiri ke sana ke mari, sehingga tidak bisa memikirkan anak-anak secara penuh. Akhirnya tugas itu menjadi bagian ibunya. Saya berpesan: "Wis ojok dadi reno-reno. Jadi pengurus anak-anak saja". Ibunya anak-anak ini mau ditarik jadi pengurus apalah, namun saya jawab: "Ora usah. Aku iki wis montang-manting, lek kowe melok montang-manting, umah iki dadi gerdu". Itupun di tengah perjalanan, saya tetap mengurus anak, meskipun tidak sekuat ibunya. Makanya, kalau ada apa-apa, anak-anak pergi ke ibunya, karena andil saya cuma separo, sedangkan andil ibunya itu penuh. Namun ada juga seorang ayah yang disuruh mengurusi anak terus, sedangkan ibunya ke salon terus. Bapake dikongkon utek-utek anake, sedangkan ibue ucul dengan jurusan permejengan di mana-mana. Kalau hal itu yang terjadi, maka kecenderungan anak akan mengarah kepada ayah, bukan kepada ibu. Masalah yang paling gawat adalah kalau ayah dan ibu bertentangan. Suami dan istri yang geger berarti mereka telah melakukan dua dosa sekaligus.

Sekarang saya akan bicara mengenai bahaya dalam keluarga. Bahaya itu bisa berasal dari dalam dan bisa juga dari luar. Contoh bahaya dari dalam adalah gegeran, lalu didelok anake. Jika hal itu sampai terjadi, maka habislah wibawa orang tua. Apalagi kalau ayah dan ibunya "kampanye" golek dukungan anake, yaitu anak dipengaruhi untuk ikut ibu atau ayahnya. Tindakan seperti itu bisa merusak psikologi anak. Oleh karena itu, dosa gegeran ayah dan ibu itu dobel, yakni dosa pertikaian dan dosa merusak psikologi anak sekaligus.

Sebenarnya, alasan kenapa saya ndak berani kawin lagi adalah karena takut terjadi hal seperti itu. Saya pernah bertemu dengan seorang Kyai di Banyuwangi yang mempunyai anak sebanyak 48 anak dari 5 orang ibu, sebenarnya Kyai itu istrinya 4 orang, namun yang satu gonta-ganti. Dia termasuk orang khusus yang diberi kelebihan oleh Allah SWT. Di Mojokerto juga ada orang yang mempunyai 4 orang istri dan tinggal dalam satu rumah. Kamare jejer-jejer, ibarat asrama. Bagaimana kondisi yang seperti ini bisa tenang?. Piye nalare?. Saya sendiri merasa heran, karena biasanya pertikaian paling gawat itu disebabkan suami yang berkeluarga lagi. Saya juga pernah dikirimi sms oleh AA Gym yang nikah lagi, namun digegeri orang-orang. "Kyai, tindakan saya ini 'kan tidak salah menurut agama. Namun kok orang-orang nggegeri saya". Saya jawab: "Itu menunjukkan kalau sampeyan belum Kyai. Belum mempunyai ilmunya, kok berani poligami, yo nubruk-nubruk". Dan lagi, para penggemar AA Gym umumnya adalah para ibu-ibu, bukan mbak-mbak. Karena mereka itu ibu-ibu, maka mereka solider terhadap istri AA Gym yang pertama. Umpama penggemarnya itu mbak-mbak yang berpotensi menjadi istri kedua, mungkin mereka akan mendukung.

Bahaya dari dalam yang kedua adalah faktor ingin saling menguasai di antara kedua orang tua. Mulane dalam menanggapai masalah gender ini, di dalam Al-Qur'an ada dua penjelasan. Di dalam lingkungan keluarga, Al-Qur'an tidak menggunakan istilah "persamaan gender", melainkan menggunakan istilah "keserasian gender". Serasi itu bukan berarti sama. Serasi itu bermakna saling mengisi; kelebihannya diberikan kepada yang lain, dan kelebihan orang lain masuk ke dalam dirinya. Oleh karena itu, di dalam Surat Al-Baqarah :
Hunna libasun lakum
Engkau pakaiannya wanita dan wanita pakaiannya laki-laki.
Kemudian Ayat ini dipertegas lagi oleh Surat :
Faddhalallahu badhahum 'ala ba'dhin.
Allah SWT memberi kelebihan pada kaum laki-laki maupun kaum wanita. Masing-masing laki-laki dan wanita mempunyai kelebihan masing-masing, hanya letaknya saja yang berebda. Keserasian itu tercipta, misalnya; ketegasan laki-laki dimasuki oleh ketelitian perempuan; Rasio laki-laki dibarengi nurani perempuan. dsb. Inilah yang dimaksud dengan Ayat di atas. Pakaian itu bukan hanya kain, akan tetapi juga sifat-sifat laki-laki dan perempuan yang saling mengisi sejak zaman azali dari Lauh Mahfudz. Jadi, wong lanang itu nggak usah belajar nyulam, nanti suwek kabeh kaine, karena menyulam itu pekerjaan wanita. Wanita juga jangan mbecak, karena itu pekerjaan laki-laki-laki. Wanita harus bersikap lembut, sedangkan laki-laki harus bersikap gagah. Di mana letak kekuatan wanita? Yaitu pada kelembutannya, sehingga menimbulkan rasa laki-laki untuk melindunginya, dan perlindungan itulah yang membuat wanita aman dan kuat. Sifat-sifat yang berbeda itu harus disinergikan.

Jangan sekali-kali mengibarkan bendera persamaan gender di dalam keluarga, karena nanti justru akan membuat keluarga retak dan kering. Orang-orang yang ngomong gender itu biasanya rumah tangga mereka tidak bahagia. Karena alasan ini dan itu, akhirnya membuat mereka sakit hati. Namun, kalau di luar lingkungan keluarga, misalnya dalam karier, kepinteran, pangkat, kapasitas, dan kualitas, silahkan mengusung bendera persamaan gender. Sak iki akeh wong wedok sing luwih juara timbang wong lanang. Misalnya juara-juara sekolah saat ini kebanyakan adalah wanita. Jadi, siapa yang berprestasi, maka dia berada di depan. Namun semua itu di dalam bidang sosial, bukan di bidang shalat. Karena jika wanita shalat di depan, maka akan mengganggu kekhusuan shalat. Lek wong wedok dadi imam, wong-wong rebutan nggolek panggonanan persis ndek mburine imam. Lalu ngenteni lek imam rukuk, ndeke iso nyundul. Semua itu justru akan membuat kacau, namun ngono-ngono itu nggak dipikir. Di antara mereka ada yang protes, kenapa wanita kok ndak boleh jadi imam? kenapa kok bagian waris wanita cuma separo?, kenapa kok laki-laki kalau kencing cukup disiram saja, sedangkan kalau wanita harus dibasuh bersih?. Semua itu ada sebabnya. Ojok diilokno!. Kesimpulannya, untuk di lingkungan sosial menggunakan istilah persamaan gender (musawah), sedangkan kalau di lingkungan keluarga menggunakan istilah keserasian gender (tawazun).

Yang juga termasuk bahaya dari dalam adalah kekurangan rezeki. Keluarga bisa berantakan karena kekurangan rezeki. Misalnya; korban lumpur di Sidoarjo. Anak-anak mulai berani kepada orang tuanya karena tidak disangoni. Hal itu karena mereka semua nganggur, rumahnya tenggelam, pekerjaannya hilang, dan mereka harus tidur di pasar tanpa ada sekat antara satu keluarga dengan keluarga yang lain. Kemudian muncullah bencana sosial di sana. Mulane, lek njalok nang Pengeran iku, njalok selamet lan rezeki kang barokah (halalan thayyiban). Orang yang sangat kekurangan ekonominya akan mengakibatkan kerusakan dalam keluarga. Oleh karena itu, harus ada do'a dan kerja sekaligus.

Saya dapat titipan dari ulama' sepuh, Para Jama'ah yang mempunyai sebidang tanah yang masih longgar, baik di depan maupun di belakang rumah, hendaknya tanah itu ditanami dengan tanaman yang produktif dan bisa dimakan, misalnya; ubi-ubian (polo pendem). Saya sendiri tidak tahu alasannya, karena para Kyai itu biasanya ndak mau terus terang. Kyai itu hanya berkata: "Jogo-jogo lek wong-wong nggak kuat tuku beras". Saya bertanya: "Kok saget ngoten, Kyai". Lalu dijawab; "Ojok takon terus". Setelah saya pikir-pikir, sekarang impor beras masih berjalan terus, sedangkan Negara-negara pengimpor beras – misalnya; Vietnam – sekarang sedang mengalami kekeringan dan menurunnya hasil panen. Ada kemungkinan nanti tidak bisa impor beras karena sing dituku nggak onok. Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi, tapi bagaimana kalau benar-benar terjadi?. Apalagi satu hektare tanah yang kalau ditanami padi hanya menghasilkan produksi 6 ton, namun kalau ditanami polo pendem bisa menghasilkan 60 ton, dan itu sudah cukup buat makan selama satu tahun.

Adapun sangguan dari luar terhadap keluarga itu ada dua macam, yaitu:
Gangguan hati. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Naas : 4-6



Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. Dari (golongan) jin & manusia.

Gangguan akhlaq. Misalnya; Pergaulan, seks bebas, narkoba, ora sembahyang, lek ndelok pertunjukan musik, tingakahe nggak karu-karuan, trek-trekan, dsb.

Anak-anak kita harus kita peringatkan secara dzahir dan bathin. Secara bathin dengan cara-cara yang saya sebutkan di atas, sedangkan secara dzahir melalui peringatan kepada anak. Inilah yang dimaksud dengan firman Allah SWT dalam Surat :
Jadi, fafirru ilallah itu bukan hanya dzikir saja, namun juga melaksanakan perintah Allah SWT yang lainnya.

Hari ini, yang rusak di Negeri ini bukan hanya ekonomi, politik, maupun pendidikan saja, namun pikiran manusianya yang sudah rusak. Misalnya; Ada anggota DPR ngeluruk nang Jakarta ngurus rapelane dhewe. Mereka itu dijadikan anggota DPR agar mengurusi rakyat, la kok ngurusi awake dhewe. Iki jenenge wong strep. Namun, mereka masih rumongsho bener. Sifat rumongsho bener itulah penyakitnya. Ketika yang sakit adalah pikiran manusia, maka ora ono sing iso dandani kejobo atas idzin Allah SWT. Ndandani masalah ekonomi iso dirunding bareng, namun kalau untuk memperbaiki pikiran manusia, apakah kepalanya yang harus dibor?.

Demikianlah peringatan dari Imam Al-Ghozali RA dalam rangka melaksanakan perintah Allah SWT dalam Surat At-Tahriim : 6 di atas. Tangan kita sudah berat untuk menjangkau masyarakat, oleh karena itu mari kita beresi keluarga masing-masing. Anak kita nggak boleh ada yang nganggur, mereka harus mempunyai pekerjaan masing-masing. Mudah-mudahan ilmu anak-anak kita bermanfaat dan jangan sampai ilmu mereka mubadzir apalagi bisa membahayakan. Namun semua ini juga tergantung kepada orang tua. Karir anak itu separo menjadi milik anak itu sendiri, sedangkan yang separo lagi mergo do'anya wong tuwo. Kalau wong tuwo nggak dungakno anak, sedangkan sang anak nggak sembahyang, maka anak itu akan menjadi kosong. Di dalam Al-Qur'an, anak itu terkategorikan menjadi beberapa macam, yaitu:

* Anak sing dadi pepaes (ziinatun). Misalnya; Anak yang mempunyai pangkat atau kepinteran. Mereka itu akan menjadi hiasan, namun perhiasan di dunia saja, sedangkan akhiratnya masih belum jelas.
* Anak yang menjadi fitnah (fitnatun lakum).
* Anak yang menjdi musuh orang tua ('aduwwun lakum). Mereka memusuhi orang tua bisa jadi karena aqidahnya yang tidak sama. Oleh karena itu, kita harus memperhatikan di mana anak kita belajar agama. Bisa jadi, setelah dia pulang ngaji, dia akan mengharamkan tahlil, ziarah kubur, dsb. Mbiyen sing ngono iku Muhammadiyah, tapi sekarang orang Muhammadiyah sudah melok Tahlil, sedangkan anak-anak NU akeh sing melok tarawih 11 roka'at, golek kortingan 60%. Namun sekarang ada gelombang baru yang suka mempersoalkan semua itu lagi. Misalnya; Tahlil dan Muludan nggak oleh. Mereka itu ojok direken. Tapi bagaimana dengan anak kita?. Ada juga anak yang menjadi musuh orang tuanya kaena karena merasa kepentingannya dipenggal.

* Anak yang paling bagus adalah anak yang qurratu a'yunin. Jika kita mempunyai anak golongan terakhir ini, maka kalau kita meninggal dunia nanti, kita aan disuwuri do'a oleh mereka.

Kalau kita ingin memperpanjang amal kita, maka perpanjanglah melalui anak kita. Amal kita akan habis pada waktu kita meninggal dunia, namun anak kita bisa melanjutkannya. Mereka bisa mengirim do'a dan sebagainya.

Mugi-mugi Para Jama'ah sekalian diiparingi selamet, rezeki sing berkah, Bapak-bapak diparingi kemampuan muhasabah (instropeksi diri), Ibu-ibu diparingi kemampuan melakukan shalat Dhuha dan Tahajjud, mugi-mugi putra-putri kita menjadi anak yang shalih-shalihah, sehingga keluarga kita namanya keluarga sakinah. Amiin.

By: Rosyidin and Zainul

Selasa, 15 Desember 2009

PRESIDENKU

Biografi Presiden Indonesia
Teman-teman ada yang tahu sudah berapa orang yang pernah memimpin negara Indonesia? Jika belum mengetahuinya, teman-teman bisa membaca biografi singkat presiden Indonesia dari yang pertama sampai kelima berikut ini.
1. SUKARNO
Ir. Soekarno lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni 1901. Ayahnya bernama Raden Sukemi dan Ibunya bernama Ida Nyoman Rai. Beliau lulus dari Sekolah Tinggi Teknik (sekarang ITB) di Bandung tahun 1925. Beliau pertama kali menjelaskan ide-ide politiknya pada tahun 1926 pada sebuah artikel yang berjudul,"Nasionalisme, Islam dan Marxisme". Beliau merumuskan ajaran Marhaenisme dan mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tanggal 4 Juli 1929.
Pendidikan :
1. Menamatkan sekolah dasar di Tulung Agung, ELS di Mojokerto dan HBS di Surabaya.
2. Menamatkan ITB di Bandung mendapat gelar Insinyur pada tahun 1926.
Jabatan dan kegiatan yang pernah diemban/dilakukan :
1. Berjuang dalam pergerakan kebangsaan semenjak masih mahasiswa
2. Tahun 1925, mendirikan Algemeene Studie Club di Bandung. Majalahnya Indonesia Muda, sering menulis disurat kabar yang isinya cita-cita bangsa Indonesia untuk merdeka.
3. Dua tahun kemudian mendirikan Partai Nasional Indonesia bersam tokoh politik lainnya yaitu Mr. Iskak, Dr.Ciptomangunkusumo, Mr. Budiarto, Mr. Sunaryo dan Mr. Sartono.
4. Tahun 1929 beliau dipenjarakan selama 4 tahun di penjara Sukamiskin karena dituduh akan melakukan pemberontakan.
5. Setelah keluar dari penjara ia semakin berapi-api membakar semangat rakyat. Beliau ditangkap lagi dan dibuang ke Ende (Flores) selama 4 tahun kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Bung Karno baru bebas setelah Jepang menduduki Indonesia.
6. Pada masa pendudukan Jepang Ir. Soekarno memimpin Pusat Tenaga Rakyat (Putera) bersama Drs. M.Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan KH Mas Mansur. Organisasi ini dibentuk Jepang untuk kepentingan mereka. Akan tetapi Bung Karno dan kawan-kawan menggunakan Putera untuk kepentingan Indonesia, karena itu Putera dibubarkan oleh Jepang.
7. Bulan September 1944, Jepang berjanji akan memerdekakan Indonesia. Untuk itu dibentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
8. Dalam sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Ir.Soekarno mengemukakan gagasan tentang dasar negara yang disebutnya Pancasila.
9. Tanggal 17 Agustus 1945, Ir Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
10. Dalam sidang PPKI, 18 Agustus 1945 Ir.Soekarno terpilih secara aklamasi sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama.
11. Pada Agresi I, Ir. Soekarno memimpin perjuangan di Jawa. Pada Agresi II Belanda Ir. Soekarno ditangkap dan dibuang ke Bangka.
12. Tanggal 11 Maret 1966 beliau mengeluarkan SUPERSEMAR kepada Letjen Suharto.
13. Tanggal 22 Februari 1967 penyerahan kekuasaan pemerintahan kepada Jenderal Suharto
Tahun 1929, Sukarno ditahan oleh pemerintah Belanda karena aktivitas politiknya. Kemudian dibebaskan dua tahun kemudian. Sejak itu beliau sering keluar masuk penjara, ditahan oleh pemerintahan Belanda. Tahun 1933 beliau kembali ditangkap dan di buang ke daerah Ende, Flores. Empat tahun kemudian, dipindahkan ke Bengkulu. Setelah Perang Dunia II terjadi, beliau kembali ke Jakarta. Setelah Jepang bertekuk lutut pada sekutu, beliau dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
Tahun 1955, beliau berhasil menghimpun Negara-negara non blok dalam Konferensi Asia-Afrika yang dilaksanakan di Bandung, yang saat ini berkembang menjadi Gerakan Non Blok. Karena krisis politik yang hebat, tahun 1966, Bung Karno dilarang menjalankan kegiatan politik. Posisinya sebagai Presiden digantikan oleh Jenderal Suharto. Sejak saat itu kesehatan Bung Karno terus memburuk. Akhirnya, beliau meninggal dunia pada hari minggu, tanggal 21 Juni 1970 dan dimakamkan di Blitar. Pemerintah menganugerahkannya sebagai "Pahlawan Proklamasi".
2.SOEHARTO
Soeharto adalah Presiden kedua Indonesia. Beliau lahir di Kemusuk, Yogyakarta, tanggal 8 Juni 1921. Bapaknya seorang petani yang juga sebagai pembantu lurah dalam pengairan sawah desa. Beliau memulai pendidikannya di SD Tiwir di Yogyakarta. Sampai akhirnya terpilih menjadi prajurit teladan di Sekolah Bintara, Gombong, Jawa Tengah pada tahun 1941. Beliau resmi menjadi anggota TNI pada 5 Oktober 1945. Pada tahun 1947, beliau menikah dengan Siti Hartinah seorang anak pegawai Mangkunegaran.
Pada tahun 1949, beliau berhasil memimpin pasukannya merebut kembali kota Yogyakarta dari tangan penjajah Belanda saat itu. Beliau juga pernah menjadi Pengawal Panglima Besar Sudirman. Selain itu juga pernah menjadi Panglima Mandala (pembebasan Irian Barat) serta menghancurkan Gerakan 30 September 1965 / PKI. Dengan munculnya SUPERSEMAR, PKI dan semua ormasnya berhasil dibubarkan dan dinyatakan sebagai partai terlarang. Akhirnya pada tanggal 12 Maret 1967 Jendral Suharto ditetapkan sebagai pejabat Presiden RI. Setelah menjadi Presiden selama 32 tahun, akhirnya beliau mengundurkan diri menjadi Presiden karena adanya desakan dari rakyat Indonesia.
Biografi Presiden Indonesia
3. Baharudin Jusuf Habibie
Beliau lahir di Pare-pare, Sulawesi Selatan, tanggal 25 Juni 1936. Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk Universitas Indonesia di Bandung (Sekarang ITB). Beliau mendapat gelar Diploma dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 yang kemudian mendapatkan gekar Doktor dari tempat yang sama tahun 1965. Beliau menikah tahun 1962, dan dikaruniai dua orang anak. Tahun 1967, beliau menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung.
Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang :
• VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31.
• Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130.
• Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ).
• Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang )
• CN - 235
• N-250
• dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain:
• Helikopter BO-105.
• Multi Role Combat Aircraft (MRCA).
• Beberapa proyek rudal dan satelit.
Sebagian Tanda Jasa/Kehormatannya :
• 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN.
• 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia.
• Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT
• 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero).
• 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam.
• 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No. 40, 1980)
• 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero).
• 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis.
• 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS.
• 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI.
• 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar.
• 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia
• 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia
4. KH. Abdurrahman Wahid
Beliau lahir tanggal 4 Agustus 1940 di desa Denanyar, Jombang, Jawa Timur. Ayahnya adalah seorang pendiri organisasi besar Nahdlatul Ulama, yang bernama KH. Wahid Hasyim.
Abdurrahman wahid yang akrab disapa Gus Dur adalah seorang Bapak Bangsa yang sering melontarkan pendapat kontrversial. Seringkali pendapatnya berbeda dari pendapat banyak orang. Bahkan ketika menjabat Presiden RI ke-4 (20 Oktober 1999-24 Juli 2001), ia tak gentar menggungkapkan sesuatu yang diyakininya benar kendati banyak orang sulit memahami dan menerimanya bahkan menentangnya.
Pendidikan :
• Pesantren Tambak Beras, Jombang (1959-1963)
• Departemen Studi Islam dan Arab Tingkat Tinggi, Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir (1964-1966)
• Fakultas Surat-surat Universitas Bagdad (1966-1970)
Karir
• Pengajar Pesantren Pengajar dan Dekan Universitas Hasyim Ashari Fakultas Ushuludin (sebuah cabang teologi menyangkut hukum dan filosofi)
• Ketua Balai Seni Jakarta (1983-1985)
• Penemu Pesantren Ciganjur (1984-sekarang)
• Ketua Umum Nahdatul Ulama (1984-1999)
• Ketua Forum Demokrasi (1990)
• Ketua Konferensi Agama dan Perdamaian Sedunia (1994)
• Anggota MPR (1999)
• Presiden Republik Indonesia (20 Oktober 1999-24 Juli 2001) Penghargaan
• Penghargaan Magsaysay dari Pemerintah Filipina atas usahanya mengembangkan hubungan antar-agama di Indonesia (1993)
• Penghargaan Dakwah Islam dari pemerintah Mesir (1991)
Pada tanggal 24 Juli 2001, mandat beliau dicabut oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat karena berbagai sebab.
5. Megawati Soekarnoputri
Sebelum menjadi Presiden RI, beliau menjabat sebagai Wakil Presiden RI yang ke-8. Megawati dilahirkan di Yogyakarta, 23 Januari 1947. Kelahirannya ditandai dengan suasana yang tidak nyaman : hujan deras, atap rumah yang bocor, guntur menggelegar, kilat menyambar-nyambar, dan tanpa listrik. Proses kelahiran Mega hanya diterangi oleh lampu minyak tanah. Rupanya, suasana saat kelahiran Megawati menjadi semacam pertanda untuk perjalanan hidupnya kemudian. Setelah Presiden Soekarno lengser, Mega dan keluarga mendapat cobaan politik yang tidak kecil: terasing dari dunia ramai.
Ia dan keluarganya hidup dalam kondisi yang tertekan dan penuh cobaan hidup. Saat mengandung anak kedua, suami pertamanya, Lettu (Penerbang) Surindro Supjarso hilang dalam kecelakaan pesawat Skyvan T-701 yang dipilotinya jatuh di Biak, Irian Jaya tahun 1970. Sampai kini Surindro tidak pernah ditemukan. Tahun 1972 Mega menikah dengan seorang diplomat Mesir -- yang sedang bertugas di Jakarta -- Hassan Gamal Ahmad Hasan. Tetapi perkawinan itu, kemudian dibatalkan. Alasannya, Mega masih terikat perkawinan yang sah dengan Surindro. Karena belum ada kepastian mengenai nasib suaminya pertamanya itu. Soalnya, sampai saat itu Surindro belum ditemukan dan belum bisa dipastikan apakah sudah meninggal atau masih ada. Kemudian baru ada kepastian dari Angkatan Udara bahwa Surindro suaminya telah gugur dalam musibah jatuhnya pesawat itu. Tak lama setelah itu, Mega menikah dengan Taufik Kiemas, seorang aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) asal Sumatera Selatan.
Pendidikan :
• SD s/d SMA Perguruan Cikini
• Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran (1965-1967)
• Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (1970-1972).
Organisasi :
• Ketua PDI Cabang Jakarta Pusat (1987-1992)
• Ketua Umum DPP PDI (1993 - 1998)
• Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (1998-2003)
Karir :
• Presiden RI (2001 - 2004)
• Wakil Presiden RI (1999- 2001)
• Anggota DPR/MPR RI (1999)
• Anggota DPR/MPR RI (1987-1992)
6. Jend Purn. Susilo Bambang Yudhoyono
Ini dia Presiden Republik Indonesia pertama hasil pilihan rakyat secara langsung. Lulusan terbaik Akabri (1973) yang akrab disapa SBY dan dijuluki 'Jenderal yang Berpikir', ini berenampilan tenang, berwibawa serta bertutur kata bermakna dan sistematis. Dia menyerap aspirasi dan suara hati nurani rakyat yang menginginkan perubahan yang menjadi kunci kemenangannya dalam Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004. Pak SBY lahir di Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949. Istri beliau yang bernama Kristiani Herawati, merupakan putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo.
Berpasangan dengan Muhammad Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden, paduan dwitunggal ini menawarkan program memberikan rasa aman, adil dan sejahtera kepada rakyat. Pasangan ini meraih suara mayoritas rakyat Indonesia (hitungan sementara 61 persen), mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri - KH Hasyim Muzadi.
Popularitas dengan penampilan yang tenang dan berwibawa serta tutur kata yang bermakna dan sistematis telah mengantarkan SBY pada posisi puncak kepemimpinan nasional. Penampilan publiknya mulai menonjol sejak menjabat Kepala Staf Teritorial ABRI (1998-1999) dan semakin berkibar saat menjabat Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid) dan Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri).
Ketika reformasi mulai bergulir, SBY masih menjabat Kaster ABRI. Pada awal reformasi itu, TNI dihujat habis-habisan. Pada saat itu, sosok SBY semakin menonjol sebagai seorang Jenderal yang Berpikir. Ia memahami pikiran yang berkembang di masyarakat dan tidak membela secara buta institusinya. "Penghujatan terhadap TNI itu menurut saya tak lepas dari format politik Orde Baru dan peran ABRI waktu itu," katanya. Maka, Tokoh Indonesia DotCom menjulukinya sebagai 'mutiara di atas lumpur'.
Banyak orang mulai tertarik pada sosok militer yang satu ini. Pada saat institusi TNI dan oknum-oknum militernya dibenci dan dihujat, sosok SBY malah mencuat bagai butiran permata di atas lumpur. (Hampir sama dengan pengalaman Jenderal Soeharto, ketika enam jenderal TNI diculik dalam peristiwa G-30-S/PKI, 'the smiling jeneral' itu berhasil tampil sebagai 'penyelamat negeri' dan memimpin republik selama 32 tahun. Sayang, kemudian jenderal berbintang lima ini terjebak dalam budaya feodalistik dan kepemimpinan militeristik. Pengalaman Pak Harto ini, tentulah berguna sebagai guru yang terbaik bagi pemimpin nasional negeri ini).
Pangkat terakhir : Jenderal TNI (25 September 2000)
Pendidikan dan Karir :
o Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973
o American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976
o Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS,1976
o Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS 1982-1983
o On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983
o Jungle Warfare School, Panama,
o Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman,
o Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976)
o Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977)
o Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977)
o Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978)
o Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981)
o Paban Muda Sops SUAD (1981-1982)
o Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985)
o Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988)
o Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988)
o Dosen Seskoad (1989-1992)
o Korspri Pangab (1993)
o Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994)
o Asops Kodam Jaya (1994-1995)
o Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995)
o Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995)
o Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan)
o Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda
o Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998)
o Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999)
o Mentamben (sejak 26 Oktober 1999)
o Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid)
o Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri) mengundurkan diri 11 Maret 2004
Penugasan:
o Operasi Timor Timur (1979-1980), dan 1986-1988
Penghargaan:
o Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973)
o Honorour Graduated IOAC, USA, 1983
o Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003
Alamat :Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah, No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor - 16967