Selasa, 07 Februari 2012

AKREDITASI TAHAP II

Ustadz dan ustadzah pengasuh TPQ Se-kabupaten Pasuruan secara serentak pada pebruari 2012 akan melaksanakan akreditasi tpq untuk mendapatkan NSPQ yang dilaksanakan oleh tim acecor dan surveyor dari penamas Kementerian Agama Kab Pasuruan harapannya semoga dengan akreditasi ini akan meningkatkan kualitas kelembagaan TPQ dan pengelolaannya serta kemampuannya mengantarkan anak didik harapan masa depan, menjadi insan yang mempunyai Iman dan Taqwa serta tak ketinggalan mampu mempersembahkan untuk agama bangsa dan negara sesuatu yang terbaik sebagai kholifah di muka bumi dan tentunya mengemban misi untuk meneruskan islam yang rohmatan Lil`alamin dapat diwujudkan dalam kehidupan.

Jumat, 28 Januari 2011

khitan

Model dan cara khitan
Sebelum kita membahas lebih jauh metode apa aja yang di gunakan untuk menyunat orang itu, kit abahas terlebih dahulu, Apa sih sunat itu??
Sunat atau khitan atau sirkumsisi (Inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis.
Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi. Kata sirkumsisi berasal dari bahasa Latin circum (berarti “memutar”) dan caedere (berarti “memotong”).

Nah berikut beberapa metode cara menyunat :
1. METODE KLASIK & DORSUMSISI Metode klasik sudah banyak ditinggalkan tetapi masih bisa kita temui di daerah pedalaman. Alat yang digunakan adalah sebilah bambu tajam/pisau/silet. Para bong supit alias mantri sunat langsung memotong kulup dengan bambu tajam tersebut tanpa pembiusan. Bekas luka tidak dijahit dan langsung dibungkus dengan kassa/verban sehingga metode ini paling cepat dibandingkan metode yang lain. Cara ini mengandung risiko terjadinya perdarahan dan infeksi, bila tidak dilakukan dengan benar dan steril.
Metode Klasik kemudian disempurnakan dengan metode Dorsumsisi, Khitan metode ini sudah menggunakan peralatan medis standar dan merupakan khitan klasik yang masih banyak dipakai sampai saat ini. Di Sunda dikenal dengan sebutan sopak lodong, umumnya bekas luka tidak dijahit walaupun beberapa ahli sunat sudah memodifikasi dengan melakukan pembiusan lokal dan jahitan minimal untuk mengurangi risiko perdarahan.
2. METODE STANDAR SIRKUMSISI KONVENSIONAL Metode inilah yang paling banyak digunakan hingga saat ini.
Cara ini merupakan penyempurnaan dari metode dorsumsisi dan merupakan metode standar yang digunakan oleh banyak tenaga dokter maupun mantra (perawat).
Beberapa Rumah Sakit jaman dahulu juga menggunakan cara ini
Alat yang digunakan semuanya sesuai dengan standar medis dan membutuhkan keahlian khusus untuk melakukan metode ini.
3. METODE LONCENG Pada metode ini tidak dilakukan pemotongan kulup.
Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng, akibatnya peredaran darahnya tersumbat yang mengakibatkan ujung kulit ini tidak mendapatkan suplai darah, lalu menjadi nekrotik, mati dan nantinya terlepas sendiri.
Metode ini memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.
4. METODE KLAMP Pada metode ini, ujung kulup dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet.
Biasanya, ujung kulup akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya. Prosesnya cukup singkat sekitar 3-5 menit.
Kelebihan metoda ini adalah: – Mudah dan aman dalam penggunaan, tidak memerlukan penjahitan dan perban,tidak mengganggu aktivitas sehari-hari pasien,perdarahan minimal bahkan bisa tidak berdarah,tidak sakit setelah khitan, tanpa perawatan pasca khitan dan langsung pakai celana dalam dan celana panjang.
5. METODE “LASER” ELEKTROKAUTERY Metode ini sedang booming dan lagi heboh-hebohnya di masyarakat dan lebih dikenal dengan sebutan “Khitan Laser”.
Penamaan ini rasanya kurang tepat karena alat yang digunakan samasekali tidak menggunakan Laser.
Tapi sebenernya cara ini menggunakan sebuah “elemen” seperti cutter bentuknya.. yang dipanaskan.
6. METODE FLASHCUTTER Metode ini merupakan pengembangan dari metode elektrokautery.
Bedanya terletak pada pisaunya yang terbuat dari logam yang lurus (kencang) dan tajam.
Flashcutter langsung dapat hidup (tanpa PLN) karena didalamnya sudah terdapat energi dari rechargeable battery buatan Matshusita Jepang.
Flashcutter pertamakali diluncurkan di Indonesaia tahun 2006 oleh Uniceff Corporation.
Cara pemotongan pada khitan sama seperti mempergunakan pisau bedah (digesek, diiris). Dalam hitungan detik preputium terpotong dengan sempurna, (tanpa pendarahan, dan dengan luka bakar sangat minimal).
7. METODE LASER CO2 Istilah yang lebih tepat untuk “Khitan Laser” yang sesungguhnya adalah dengan metode ini.
Fasilitas Laser CO2 sudah tersedia di Indonesia. Salah satunya, di Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2 Suretouch dari Sharplan. Berikut tahapan sunat dengan laser tersebut:
Setelah disuntik kebal (anaestesi lokal), preputium ditarik, dan dijepit dengan klem. Laser CO2 digunakan untuk memotong kulit yang berlebih.
Setelah klem dilepas,kulit telah terpotong dan tersambung dengan baik, tanpa setetes darahpun keluar. Walaupun demikian kulit harus tetap dijahit supaya penyembuhan sempurna. Dalam waktu 10-15 menit, sunat selesai.
Nah udah pada tau kan metode metode yang digunakan dalam menyunat… Sekarang terserah temen temen maunya sunat dengan cara apa. Kalo ga mau sakit sih pake laser.. tapi biayanya lumayan tuh
sumber : wikipedia & kaskus

sunat

Model dan cara khitan
Sebelum kita membahas lebih jauh metode apa aja yang di gunakan untuk menyunat orang itu, kit abahas terlebih dahulu, Apa sih sunat itu??
Sunat atau khitan atau sirkumsisi (Inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis.
Frenulum dari penis dapat juga dipotong secara bersamaan dalam prosedur yang dinamakan frenektomi. Kata sirkumsisi berasal dari bahasa Latin circum (berarti “memutar”) dan caedere (berarti “memotong”).

Nah berikut beberapa metode cara menyunat :
1. METODE KLASIK & DORSUMSISI Metode klasik sudah banyak ditinggalkan tetapi masih bisa kita temui di daerah pedalaman. Alat yang digunakan adalah sebilah bambu tajam/pisau/silet. Para bong supit alias mantri sunat langsung memotong kulup dengan bambu tajam tersebut tanpa pembiusan. Bekas luka tidak dijahit dan langsung dibungkus dengan kassa/verban sehingga metode ini paling cepat dibandingkan metode yang lain. Cara ini mengandung risiko terjadinya perdarahan dan infeksi, bila tidak dilakukan dengan benar dan steril.
Metode Klasik kemudian disempurnakan dengan metode Dorsumsisi, Khitan metode ini sudah menggunakan peralatan medis standar dan merupakan khitan klasik yang masih banyak dipakai sampai saat ini. Di Sunda dikenal dengan sebutan sopak lodong, umumnya bekas luka tidak dijahit walaupun beberapa ahli sunat sudah memodifikasi dengan melakukan pembiusan lokal dan jahitan minimal untuk mengurangi risiko perdarahan.
2. METODE STANDAR SIRKUMSISI KONVENSIONAL Metode inilah yang paling banyak digunakan hingga saat ini.
Cara ini merupakan penyempurnaan dari metode dorsumsisi dan merupakan metode standar yang digunakan oleh banyak tenaga dokter maupun mantra (perawat).
Beberapa Rumah Sakit jaman dahulu juga menggunakan cara ini
Alat yang digunakan semuanya sesuai dengan standar medis dan membutuhkan keahlian khusus untuk melakukan metode ini.
3. METODE LONCENG Pada metode ini tidak dilakukan pemotongan kulup.
Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng, akibatnya peredaran darahnya tersumbat yang mengakibatkan ujung kulit ini tidak mendapatkan suplai darah, lalu menjadi nekrotik, mati dan nantinya terlepas sendiri.
Metode ini memerlukan waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.
4. METODE KLAMP Pada metode ini, ujung kulup dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet.
Biasanya, ujung kulup akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya. Prosesnya cukup singkat sekitar 3-5 menit.
Kelebihan metoda ini adalah: – Mudah dan aman dalam penggunaan, tidak memerlukan penjahitan dan perban,tidak mengganggu aktivitas sehari-hari pasien,perdarahan minimal bahkan bisa tidak berdarah,tidak sakit setelah khitan, tanpa perawatan pasca khitan dan langsung pakai celana dalam dan celana panjang.
5. METODE “LASER” ELEKTROKAUTERY Metode ini sedang booming dan lagi heboh-hebohnya di masyarakat dan lebih dikenal dengan sebutan “Khitan Laser”.
Penamaan ini rasanya kurang tepat karena alat yang digunakan samasekali tidak menggunakan Laser.
Tapi sebenernya cara ini menggunakan sebuah “elemen” seperti cutter bentuknya.. yang dipanaskan.
6. METODE FLASHCUTTER Metode ini merupakan pengembangan dari metode elektrokautery.
Bedanya terletak pada pisaunya yang terbuat dari logam yang lurus (kencang) dan tajam.
Flashcutter langsung dapat hidup (tanpa PLN) karena didalamnya sudah terdapat energi dari rechargeable battery buatan Matshusita Jepang.
Flashcutter pertamakali diluncurkan di Indonesaia tahun 2006 oleh Uniceff Corporation.
Cara pemotongan pada khitan sama seperti mempergunakan pisau bedah (digesek, diiris). Dalam hitungan detik preputium terpotong dengan sempurna, (tanpa pendarahan, dan dengan luka bakar sangat minimal).
7. METODE LASER CO2 Istilah yang lebih tepat untuk “Khitan Laser” yang sesungguhnya adalah dengan metode ini.
Fasilitas Laser CO2 sudah tersedia di Indonesia. Salah satunya, di Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2 Suretouch dari Sharplan. Berikut tahapan sunat dengan laser tersebut:
Setelah disuntik kebal (anaestesi lokal), preputium ditarik, dan dijepit dengan klem. Laser CO2 digunakan untuk memotong kulit yang berlebih.
Setelah klem dilepas,kulit telah terpotong dan tersambung dengan baik, tanpa setetes darahpun keluar. Walaupun demikian kulit harus tetap dijahit supaya penyembuhan sempurna. Dalam waktu 10-15 menit, sunat selesai.
Nah udah pada tau kan metode metode yang digunakan dalam menyunat… Sekarang terserah temen temen maunya sunat dengan cara apa. Kalo ga mau sakit sih pake laser.. tapi biayanya lumayan tuh
sumber : wikipedia & kaskus

Jumat, 17 Desember 2010

PETUNJUK CARA BERINTERNET

LANGKAH-LANGKAH BERINTERNET
1.HIDUPKAN KOMPUTER
2.TENTUKAN LANGKAH APA YANG AKAN KITA INGINKAN/CARI
3.MASUKLAH KE MESIN PENCARI www.google.co.id
4.MASUKKAN KATA ATAU FRASE YANG KITA CARI PADA KOLOM LALU KLIK ATAU ENTER TUNGGU BEBERAPA DETIK
5.PILIH SALAH SATU DARI HASIL YANG TELAH DIMUNCULKAN
6.SELESAI

Minggu, 14 November 2010

Trilogi Dakwah Nabi dan Civil Society

Prof. Dr. Tolhah Hasan: Trilogi Dakwah Nabi dan Civil Society
Terkait dengan kebijakan-kebijakan yang dirasa kurang menguntungkan bagi rakyat, Apa tindakan Kyai?

Kita semua punya hak dan kewajiban untuk melakukan amar ma'ruf nahi munkar. Masing-masing kita harus jeli dengan melihat posisi kita di mana? dan cara apa yang kita lakukan? tentang bagaimana kita akan menyusun rencana dan kita melangkah. Seorang anggota DPR senantiasa melakukan program secara maksimal dan dialah yang mengerti seluk beluk instansi itu. Diluar itu ada kalangan pers yang senantiasa memonitor kejadian-kejadian yang terjadi di lapangan dan disampaikan dengan bahasa yang informatif kepada masyarakat. Kesemuanya harus bersemangatkan adil, karena ruh keadilan itu bersumber dari agama Islam.

'Ad-dhoror la yuzalu bidhoror'

Konsep ini menuntut dengan adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban. Seorang Ulama harus memegang teguh prinsip itu. Jika saja kita datang ke pejabat, ya jangan meminta sumbangan saja, akan tetapi berikan pikiran-pikiran yang konstruktif (membangun).

Akan timbul kekacauan lebih besar jika seorang da'i mengolok-olok kinerja pemerintah, tanpa dibarengi semangat adil. Kalau pemerintah melakukan kesalahan, maka ingatkan dengan lisan yang ringan, tapi mengena. Mekanisme dakwah yang tidak dibarengi dengan semangat adil itu bertentangan dengan syariat, ad-dhoror la yuzallu biddhoror.

Poin yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas dakwah, artinya kita juga harus mengerti secara detail perkara yang kita dakwahi, dan problem-problem yang ada. Semisal masalah ekonomi maka seorang da'i juga harus mendalami masalah ekonomi, syukur-syukur kita memberi masukan yang bisa meringankan masalah mereka.
Lantas apa yang dimaksud dengan masyarakat Madani itu?

Natural society-masyarakat awam tanpa pemerintah, kemudian mereka butuh siapa yang menjadi pemerintah, dan siapa yang diperintah? Akhirnya terbentuklah kesepakatan antara mereka maka dengan demikian terbentuklah political society (masyarakat politik). Realitas yang terjadi kemudian adalah penguasa terlalu berlebih-lebihan dari yang dipimpin, dan rakyat hanya sebagai . Ini terjadi di negara Saudi Arabia yang berbentuk kerajaan, faktanya rakyat hanya diberi beberapa persen suatu kewenangan saja, selebihnya milik Kerajaan . Dari fenomena itulah ada kesadaran baru, membuat kontrak-kontrak sosial, masyarakat harus punya kekuatan tersendiri yang mengimbangi kekuatan pemerintah. Inilah fenomena civil society (masyarakat madani).

Untuk memberdayakan masyarakat itu banyak mekanismenya, jangan dipaku dalam satu pendapat saja, biarkan kebebasan pers mengungkap, dan pemerintah mempunyai cara tersendiri untuk menilainya. Dalam bidang ekonomi masyarakat harus punya hak untuk membangun perekonomian mereka, tidak harus selalu menunggu dari pemerintah.

Ujung-ujungnya ketidakberhasilan masyarakat mencapai tingkat civil society, karena kebodohan masyarakat saja, disamping tingkat pendidikan mereka yang sangat rendah. Ada ketimpangan pendidikan antara pemimpin dengan yang dipimpin. Berbeda dengan di Australia, Singapura dan beberapa negara maju lainnya, gaji seorang guru bisa sama dengan seorang menteri atau anggota dewan.

Dalam pelayanan kesehatan misalnya, daerah yang terbelakang penyelenggaraannya dilakukan oleh pemerintah saja, sedangkan didaerah yang maju pelayanan kesehatan telah dilakukan oleh masyarakat sendiri.
Ada fase-fase dakwah yang mungkin telah dicontohkan oleh Rasulullah, klimaksnya adalah masyarakat madani (civil society) yang menjadi idaman kita sekarang?

Sebuah hadits menerangkan evaluasi dakwah nabi, dan beliau bertanya kepada sahabat yang berbunyi:

'Alastum dhulalan fahadakumullah? Wakuntum fariiqon fa allafallahu quluubakum? Akuntum fuqoro fa agnakumullah?'

Pernyataan hadits yang pertama berbunyi

'Alastum dhulalan fahadakumullah?'

Tidakkah kalian kaum yang tersesat (penyembah berhala, penyembah api), maka Allah memberi hidayat pada kalian berupa agama Islam.

Ini adalah fase pertama dakwah yaitu menyelamatkan umat dari akidah yang sesat, yang menyimpang dari agama yang diridloi Allah.

Potongan selanjutnya berbunyi

'Wakuntum mutafarriqiin fa allafakumullah'.

Dulu kalian adalah kaum yang bermusuhan satu sama lain.

Maka dengan kedatangan Islam, Allah mengubah hati-hati kalian dari masyarakat konflik menuju masyarakat yang bersatu satu sama lain. Jangan kemudian dibalik, dari masyarakat yang rukun menjadi masyarakat yang berpecahbelah, setelah menerima dakwah itu.

Yang terakhir adalah

'akuntum 'aalatan fa aghnakumullah '.

Hal ini berarti setelah melalui dua konsep treatment dakwah tersebut, langkah dakwah selanjutnya adalah membangun sebuah kekuatan ekonomi, yang bermanfaat bagi upaya kesejahteraan umat Islam.

'Tiga fase dakwah itu harus dipegang oleh seorang da'i, agar tidak kemudian lupa pada dakwah yang dilakukannya. Kebanyakan lupa kalau tugas mereka bukan hanya menerima amplop, malahan harus menyejahterakan mereka '. Ujar beliau menyinggung kita sebagai kader dakwah masa depan yang diharap mengerti betul permasalahan umat mendatang.
Bagaimana penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah, apakah sudah sesuai dengan apa yang diterapkan oleh nabi kepada sahabatnya?

Saya tidak menilai apakah kurikulum itu sudah sesuai apa betul, namun jika saja kita mau merubah metodologi yang diajarkan alangkah baiknya. Kurikulum yang sedikit dengan metodologi yang bagus itu lebih sesuai dari pada kurikulum yang banyak dengan metodologi yang tidak mengena alias asal jalan saja. Contoh saja mengapa pelajaran Bahasa Arab dari Ibtida'iyyah sampai aliyah yang disampaikan tidak bisa melekat betul pada anak didik kita. Jika saja dikumpulkan pada orang arab, tetap saja mereka tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Padahal pendidikan bahasa paling efektif bisa diajarkan selama enam bulan saja. Ini bukan Bahasa Arabnya yang salah, atau kurikulumnya yang tidak efektif, akan tetapi metodologinya yang tidak mengena. Sangat tidak efektif dan buang-buang waktu. Metodologi yang efektif dan masalah kompetensi guru sangat mutlak diperlukan dan ditingkatkan.
Bagaimana kyai mensosialisasikan hal-hal yang demikian kepada Pemerintah?

Ya Jelas sudah saya lakukan, sekuat kemampuan saya, bukan harus lewat podium saja.Lewat kunjungan ke Presiden saya telah sampaikan kemarin. Presiden malah balik tanya,

"Kenapa NU sekarang senang membahas perihal sosial?"

Jawab saya,

"Ya bagaimana tidak, wong lingkungan kita dan warga kita benar-benar ikut larut dalam musibah yang selama ini terjadi di Indonesia. Dari tanah longsong, hujan, lumpur Lapindo, gunung meletus, kebanyakan korban adalah masyarakat NU, jadi dengan mengurus mereka bukan berarti meninggalkan dakwah, akan tetapi mengubah manhaj dakwah kita dari dakwah podium menjadi dakwah yang mengubah kesejahteraan hidup masyarakat kita."
sumber http://pesantren.or.id.42303.masterweb.net/dalwa.bangil/cgi-bin/dalwa.cgi/al_bashiroh/artikel/40-jan08-tolhah_hasan_trilogi_dakwah_civil_society.single?seemore=y